Membaca buku harian lama memang sering
membuatku geli, tertawa, sedih, dan rindu pastinya pada sesuatu yang pernah
terjadi. And one of my biggest mistakes
is… setahun belakangan aku sudah gak rutin lagi menulis buku harian, satu
hal simple yang sangat penting. Kesombonganku yang melukai diriku sendiri… saat
aku bilang apa yang terjadi hari ini cukup simpan di dalam diriku saja, gak
perlu dituangkan kedalam catatan harian, karena lupa itu sesuatu yang tabu!
Lalu hari ini diriku bilang kenapa kamu gak lagi menulis catatan harian, apa yang terjadi hari lalu sudah berlalu dan memori itu sudah layu dalam ingatan.
Lalu hari ini diriku bilang kenapa kamu gak lagi menulis catatan harian, apa yang terjadi hari lalu sudah berlalu dan memori itu sudah layu dalam ingatan.
Itulah
perdebatan antara aku dan aku yang gak konsisten. Perdebatan atau tepatnya penyangkalan
agar gak terlihat seperti penyesalan. Gak hanya memikirkan buku harian saja, sudah
lama aku ingin menulis lagi di laman yang sudah penuh debu ini dan sekarang aku
coba untuk melakukannya, lagi.
Oke,
sebelum lanjut izinkan saya meng-aku kan diri pada postingan kali ini, karena
setelah dibaca-baca ulang postingan yang lalu, sepertinya terlalu kaku untuk
menggunakan “saya” pada aku.
Well
sesuai dengan apa yang aku tulis di bio, aku ingin ketika kalian mengunjungi
laman ini kalian mendapat sesuatu hal baru, positif, dan bermanfaat setelah
membacanya. kemarin, aku berpikir sepertinya aku perlu memantaskan diri lagi
sebelum melanjutkan untuk menulis lagi di blog, aku gak ingin yang membacanya
menjadi sia-sia untuk datang ke blog ini karena yang didapat hanyalah ocehan
dan omong kosong gak jelas.
lagi-lagi
setelah ini aku kembali mengingkari pikiranku sendiri….
Ada
orang-orang yang dengan buku hariannya dapat menggemparkan dunia. Adolf Hitler
dengan Mein kampf nya, Anne Frank dengan buku harian legendarisnya, Soe Hok Gie
dengan catatan perjuangannya, and so on.
Aku
gak perlu harus menunggu bisa membuat tulisan-tulisan, artikel ilmiah, jurnal, atau sebagainya terlebih dulu untuk berbagi dan menulis. Untuk saat ini aku ingin kembali
konsisten menulis lagi in my own diary
atau di blog ini (my public diary)
meskipun terdengar kecil, it’s okay because
you can also share positive vibes even from the small things. Ketika ingin
memantaskan diri bukan berarti apa yang kita lakukan menjadi terhenti. To share
something or usefull for the others,
kita gak perlu menunggu nanti. Gunakanlah kesempatan yang ada karena waktu
terus berjalan, dan ketika ia berhenti adalah mutlak, tanpa kita tau kapan dan gak dapat diganggu gugat.